Penyakit Jantung Bawaan Pada Anak

Penyakit jantung bawaan pada anak atau penyakit jantung bawaan kongenital adalah sekumpulan malformasi struktur jantung atau pembuluh darah besar yang telah ada sejak lahir. Penyakit jantung bawaan merupakan suatu kelainan pembentukan struktur jantung atau pembuluh besar yang keluar dari jantung.

Penyakit jantung bawaan yang kompleks terutama ditemukan pada bayi dan anak-anak. Apabila tidak dioperasi, kebanyakan akan meninggal pada waktu bayi. Oleh karena itu, penyakit jantung bawaan yang ditemukan pada orang dewasa menujukkan orang tersebut mampu melalui seleksi alam, atau telah mengalami tindakan operasi dini pada usia muda. Hal ini pulalah yang menyebabkan perbedaan pada penyakit jantung bawaan pada anak dan pada orang dewasa.

penyakit jantung

penyakit jantung

Angka kejadian penyakit jantung bawaan adalah 9-10 per 100 bayi yang lahir hidup. Penyebab terjadinya penyakit jantung bawaan belum dapat diketahui secara pasti, tetapi ada beberapa faktor risiko atau predisposisi yang diduga mempunyai pengaruh terhadap peningkatan angka kejadian penyakit jantung bawaan.

Klasifikasi Penyakit Jantung Bawaan pada Anak

Klasifikasi fungsional jantung ada 4 kelas yaitu:

1. Kelas I

Penderita kelainan jantung tanpa pembatasan aktifitas fisik sehari-hari yang tidak menyebabkan keluhan.

2. Kelas II

Penderita penyakit jantung bawaan pada anak yang mempuanyai kegiatan aktifitas yang terbatas. Penderita tidak mengalami keluhan pada saat beristirahat. Namun, aktivitas sehari-hari yang anak anda lakukan akan menyebabkan capek, berdebar, dan sesak nafas.

3. Kelas III

Penderita penyakit jantung bawaan pada anak dengan aktivitas fisik yang sangat terbatas. Pada keadaan istirahat anak anda tidak akan merasakan keluhan apapun, pada saat beraktifitas ringan saja akan menimbulkan keluhan mudah lelah, berdebar, dan sesak nafas.

4. Kelas IV

Pada klasifikasi kelas IV ini menjelaskan bahwa penderita penyakit jantung bawaan pada anak yang sudah tidak lagi mampu untuk melakukan aktifitas fisik yang anak anda lakukan tanpa ada rada gangguan. Tanda-tanda yang dikompensasi atau angina malahan telah terdapat pada saat istirahat.

Penyakit jantung bawan dibagi atas dua golongan besar, yaitu :

1. Penyakit jantung bawaan non sianotik
– Defek septum atrium (atrial septal defect-ASD)
– Defek septum ventrikular (ventricular septal defect-VSD)
– Duktus arteriosus paten (patent ductus arteriosus-PDA)
– Stenosis pulmoner (pulmonary stenosis-SP)
– Koarktasio aorta (coarctatio aorta-CA)

2. Penyakit jantung bawaan sianotik
– Tetralogi Fallot
– Transposisi pembuluh darah besar (transposition of the great      arteries-TGAS)

Penyebab Penyakit Jantung Bawaan Pada Anak

Banyak faktor yang menjadi penyebab kejadian penyakit jantung yang diderita baik oleh orang dewasa maupun anak-anak. Namun beberapa penelitian menyatakan, bahwa penyebab penyakit jantung bawaan pada anak yaitu karena faktor lingkungan (3%) yang mencakup tentang semua bahan-bahan kimia, obat-obatan serta berbagai macam infeksi. Contohnya, jika ada seorang ibu yang mendapat german measles (rubella) selama dia hamil maka infeksinya dapat mempengaruhi perkembangan jantung dari bayi yang di kandungannya (dan juga organ-organ lainnya). Jika ibunya mengkonsumsi alkohol selama kehamilan, maka janin dapat menderita fetal alcohol syndrome (FAS) termasuk PJB. Konsumsi obatobatan tertentu selama kehamilan juga dapat menyebabkan PJB. Satu contoh adalah retinoic acid (nama merek Accutane) yang digunakan untuk pengobatan jerawat (acne). Contohcontoh lain adalah obat anticonvulsant, terutama hydantoins (seperti Dilantin) dan valproate.

Penyakit-penyakit tertentu pada ibu dapat meningkatkan risiko PJB pada bayi. Bayi yang lahir dari ibu dengan diabetes mellitus, terutama pada wanita yang gula darahnya kurang terkontrol selama kehamilan mempunyai risiko tinggi menderita PJB. Untuk wanita yang mempunyai penyakit keturunan phenylketonuria (PKU) dan tidak berada pada special diet selama kehamilan, bertendensi juga mempunyai bayi dengan PJB. Kelainan chromosome dapat menyebabkan penyakit jantung congenital (chromosome mengandung materi genetik, DNA). Berkisar 3% dari seluruh anak-anak dengan PJB dapat ditemukan kelainan chromosome. Faktor keturunan (7%) dan 90% tidak belum diketahui jelasnya.

Cara yang dapat anda lakukan untuk mencegah penyakit jantung bawaan pada anak :

–         Dengan melakukan pemeriksaan yang rutin dan teratur.

–         Mengenali beberapa waktor apalagi saat anda sengan dalam masa kehamilan misalnya penyakit yang mampu menjadi komplikasi penyakit jantung seperti gula darah( diabetes), dan kelainan lainnya.

–         Menghindari asem rokok yang berlebihan baik perokok aktif maupun perokok pasif. Dan hindari paparan sinar ultra X dari foto rontgen yang berlebihan pada saat ibu menjalani melakukan penyecekan dengan alat itu.

–         Patikan ibu yang sedang hamil menghindari atau berusaha untuk tidak mengonsumsi obat-obatan tertenti. Baik obat herbal maupun obat kimia.

Pencegahan penyakit bawaan pada anak yang sudah kita bahas diatas diharapkan dapat menjauhkan buah hati anda dari berbagai bahaya penyakit kelainan pada jantung bayi. Dengan melakukan pencegahan ini, sang buah hati juga akan terbebas dari ancaman penyakit jantung bawaan pada anak berubah lebih serius karena sudah terdeteksi sejak dini.

Perlu ibu ingat untuk kondisi janin dalam kandungan dalam kondisi yang selalu prima sah ibu harus mendapatkan cukup istirahat dan nutrisi yang cukup. Nutrisi yang ibu butuhkan dapat ibu peroleh dengan selalu mengkonsumsi makanan-makanan yang sehat seperti buah-buahan, sayur-sayuran, supaya kebutuhan nutrisi baik sang ibu dan sang buah hati selalu tercukupi. Biasakan untuk selalu menerapkan gaya hidup yang sehat seperti menjauhi rokok dan minuman beralkohol untuk menjaga kondisi kesehatan janin agat tidak terpengaruh.


=====================================

>>> Kapsul Herbal Obat Jantung Untuk Mengembalikan Kesehatan Jantung, Membantu Mengobati Penyakit Jantung, Bantu Atasi Lemah Jantung, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Penyakit Jantung Bawaan and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>