Patofisiologi Penyakit Jantung Bawaan

Patofisiologi penyakit jantung bawaan atau dalam bahasa medis disebut dengan stenosis aorta ini merupakan penyempitan pada jalan keluar ventrikel kiri pada katup aorta ataupun area tepat dibawah atau atas katup aorta mengakibatkan perbedaan tekanan antara ventrikel kiri dan aorta.

Bayi yang lahir bersama dengan kelainan Patofisiologi Penyakit Jantung Bawaan cukup besar, dan biasanya akan lahir dengan berat yang rendah. Berat bayi yang terlahir randah dibarengi dengan kelainan jantung, 20% bayi akan meninggak pada minggu pertama dalam masa kehidupannya. Sebagai suatu kelompok, stenosis aorta terjadi pada 3-8% pasien dengan kelahiran kjantung bawaan. Penyakit ini menempati urutan ke-4 dan ke-5 penyakit jantung bawaan yang paling sering terjadi. Peningkatan insiden setara dengan usia. Kelainan ini menempati urutan ke-2 penyakit jantung kongenital tersering pada dekade ketiga setelah defek sekat ventrikel.

Banyak mengaitkan tingkat keparahan stenosis dengan gradient katup. Berdasarkan hal tersebut dan adanya keterbatasan dalam metode sebelumnya, penyakit ini bisa dikategorikan sebagai berikut :

1. Stenosis aorta ingan dengan gradient katup <25mmHg
2. Stenosis aorta sedang dengan gradient katup aorta antara 25 dan 60 mmHg.
3. Stenosis aorta berat dengan gradient katup > 65mmHg
4. Stenosis aorta kritis dengan gradient  katup >100mmHg

Stenosis aorta bermakna secara hemodinamik jika luas katup aorta berkurang sampai 75%. Luas normal katup aorta pada dewasa muda adalah 2,5-4 cm². Biasanya stenosis aorta kritis berkaitan dengan luas katup aorta yang kurang dari 0,5 cm². Stenosis aorta akan menghasilkan konsekuensi hemodinamika saat pasien mencapai umur 15 tahun dan saat luas katup aorta kurang dari 1,2 cm². Yang khas pada Patofisiologi penyakit jantung bawaan ini adalah manifetasinya yang berhubungan dengan pengurangan aktivitas. Pasien mungkin mempunyai curah jantung normal saat istirahat, tetapi tidak normal jika beberapa tingkat aktivias fisik dilakukan (kesukaran ventrikel kiri untuk meningkatkan curah jantung walaupun dilakukan pemanjangan fraksi pancaran ventrikel kiri).

Patofisiologi penyakit jantung bawaan

Kegagalan ventrikel kiri yang bertugas untuk memompa darah yang mengandung oksigen guna memeuhi kebutuhan tubuh mengakibatkan adanya gelaja yang yang muncul akibat penurunan kardiak output serta kongestif paru-paru yang meliputi:

a. Dispnea yaitu pernafasan yang memerlukan tenaga merupakan gejala dini kegagalan ventrikel kiri. Kegagalan ini bisa timbul akibat adanya gangguan pertukaran gas karena cairan dalam alveoli. Hal ini menjadi tambah payah karena pergerakan tubuh seperti menaiki tangga, berjalan mendaki, dll yang dipengaruhi karena dengan kegiatan tersebut memerlukan peningkatan oksigen.

b.Orthopnea yaitu timbul rasa kesulitan bernafas pada waktu berbaring terlentang dan orang harus tidur pakai sandaran di tempat tidur atau tidur duduk pada sebuah kursi yang memiliki sandaran. Bila orang tidur dalam keadaan terlentang ventilasi kurang dalam tubuh kurang dan volume darah pada pembuluh- pembuluh paru- paru akan meningkat.

Kegagalan ventrikel kanan terjadi bila bilik ini tidak mampu untuk memompa melawan tekanan yang naik pada sirkulasi yang ada pada paru- paru. Kegagalan ventrikel kanan dalam memompakan darah akan mengakibatkan oedema pada ekstrimitas. Pada hati juga dapat mengalami pembesaran karena berisi cairan intra vaskuler, tekanan di dalam sistem portal menjadi begitu tinggi sehingga cairan akan didorong melalui pembuluh darah untuk masuk ke rongga perut (acites) yang menimbulkan akibat akan mendesak diafragma yang akhirnya akan susah untuk bernapas.

Patofisiologi penyakit jantung bawaan disebabkan oleh beberapa komponen:

1. Ketidak mampuan miokard untuk berkontraksi dengan sempurna yang mengakibatkan stroke volume dan cardiac output akan mengalami penurunan.

2. Beban sistolik yang berlebihan diluar kemampuan ventrikel (systolic overload) menyebabkan terjadinya hambatan pada pengosongan ventrikel sehingga menurunkan curah ventrikel yang ada.

3. Preload yang berlebihan dan melampaui kapasitas ventrikel (diastolic overload) akan menyebabkan volume dan tekanan pada akhir diastolic dalam ventrikel berubah menjadi bertambah tinggi.

4. Patofisiologi penyakit jantung bawaan yaitu beban kebutuhan metabolic meningkat melebihi kemampuan daya kerja jantung dimana jantung sudah bekerja dengan maksimal, maka akan terjadi keadaan gagal jantung walaupun curah jantung sudah cukup tinggi tetapi tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan sirkulasi dalam tubuh.

5. Hambatan pada pengisian ventrikel karena adanya gangguan aliran yang masuk kedalam ventrikel atau pada aliran balik venous return akan menyebabkan pengeluaran atau output ventrikel berkurang dan curah jantung menurun.

Patofisiologi penyakit jantung bawaan memiliki beberapa faktor penyebab terjadinya kelainan antara lain:

1. Obat-obatan kimia yang dikonsumsi oleh ibu hamil pada saat sedang dalam masa kehamilan.

2. Asap rokok yang menyebabkan terhambatnya pertumbuhan pada janin dalam kandungan yang mempengaruhi bayi lahir dengan prematur.

3. Akibat terlalu sering mengkonsumsi alkohol yang bisa mengurangi sempurnanya bentuk kaki, lengan, bentuk wajah, ataupun mengalami keterbelakangan mental pada Patofisiologi penyakit jantung bawaan.

4. Faktor fisik di dalam rahim ibu, bayi terendam dalam cairan ketuban yang terdapat pada rahim yang dapat melindungi bayi dari cedera. Jumlah atas cairan ketuban tersebut yang abnormal dapat mengakibatkan serta menunjukan terdapat kelainan bawaan pada bayi.

5. Patofisiologi penyakit jantung bawaan memiliki faktor genetik sangat berperan penting terhadap beberapa kelainan kongenital. Beberapa kelainan kongenital ini merupakan penyakit kongenital yang diwariskan melewati gen abnormal yang berasal dari dalah satu orang tua hingga keduanya


=====================================

>>> Kapsul Herbal Obat Jantung Untuk Mengembalikan Kesehatan Jantung, Membantu Mengobati Penyakit Jantung, Bantu Atasi Lemah Jantung, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Penyakit Jantung Bawaan and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *