Diagnosa Keperawatan Penyakit Jantung Bawaan

Diagnosa keperawatan penyakit jantung bawaan atau penyakit jantung kongenital ini terdapat dua penyebab utama penyakit jantung kongenital : genetik dan lingkungan. Pada kelainan kromosom tertentu (misal, sindrom Down) terjadi peningkatan kelainan jantung, riwayat penyakit jantung kongenital pada keluarga adalah salah satu faktor penting. faktor lingkungan yang berperan adalah penyakit infeksi yang terjadi selama trisemester pertama kehamilan.

Diagnosa Keperawatan Penyakit Jantung Bawaan

Diagnosa Keperawatan Penyakit Jantung Bawaan

Penyakit katup jantung deformitas katup jantung dapat disebabkan oleh defek kongenital, perubahan degeneratif, proses infeksi, mislnya demam rematik, endokarditis bakteri, atau demam scarlet, infrak miokardium yang mengenai otot papilaris. Penyakit aorta asenden atau trauma. Dapat terjadi stenosis (penyempitan) atau insufisiensi (kebocoran) atau kombinasi dari keduanya. Disfungsi katup dapat menyebabkan perubahan hemodinamika yang mengganggu fungsi jantung dan menyebabkan beban pada jantung, gagal jantung kongestif dan akhirnya kematian.

Faktor resiko yang berkaitan dengan penyakit jantung bawaan yang dapat digolongkan secara logis yaitu:

1. Kebiasaan hidup atau lingkungan hidup yang tidak ditentukan.
Gaya hidup yang mempredisposisi individu ke penyakit jantung adalah diet yang terlalu kaya dengan kalori, lemak jenuh, kolesterol, garam serta kelembanan fisik. Penambahan berat berat badan yang tidak terkendali juga dapat menjadi faktor diagnosa penyakit jantung bawaan.

2. Sifat aterogenik
mencakup lipid darah, tekanan darah dan diabetes melitus. Faktor ini bersama-sama berperan besar dalam menentuak kecepatan artero- genensis.

3. Faktor resiko lainnya.
Faktor penyakit jantung bawaan karena umur dan jenis kelamin.

Beberapa gejala yang muncul pada saat melakukan diagnosa keperawatan penyakit jantung bawaan ini antara lain:

1. Buah hati bunda yang terlihat lelah dengan nafas yang memburu dan berkeringat yang berlebih pada saat sedang menghisap ASI. Mengakibatkan buah hati bunda sering melakukan istirahat sebentar dan melanjutkan untuk menghisap ASI, atau bahkan lebih parahnya lagi buah hati bunda menjadi malas untuk menghisap ASI milik bunda.

2. Terjadi kegagalan pada saat anak mengalami tumbuh kembang akibat asupan susu atau makanan yang tidak memadai. Hal ini mengakibatkan pertambahan berat badan buah hati anda menjadi lambat dan bahkan tidak bertambah sama sekali, Bahkan terlihat seperti kekurangan gizi dan daya tubuh yang rendah membuat anak mudah sakit-sakitan.

3. Buah hati munda mendaji cepat merasakan kelelahan yang disertai dengan sesak nafas saat melakukan aktifitas fisik. Diagnosa keperawatan penyakit jantung bawaan ini menjelaskan bahwa anak tidak sanggup untuk melakukan perjalanan jauh atau berlari untuk bermain dengan teman-temannya. Juga mungkin tidak sanggup mengikuti kegiatan olahraga di sekolahnya.

4. Anak anda sering terkena penyakit infeksi saluran pernafasan. Biru pada bibir dan kuku jari tangan anak atau kaki pada penderita yang sedang didiagnosa keperawatan penyakit jantung bawaan yang akan terlihat semakin jelas apabila si anak sedang menangis. Bahkan penyakit biru ini dapat berakibat fatal pada penyakit jantung. Anak yang terserang penyakit jantung biru tiba-tiba akan terlihat bertambah biru, gelisah, pernafasan cepat dan selanjutnya menjadi lemas, kesadaran menurun dan kadang disertai dengan kejang-kejang. Beberapa faktor, antara lain menangis kuat dan lama, demam, dehidrasi, kelelahan ataupun kedinginan dapat menjadi pencetus terjadinya serangan penyakit jantung.

Diagnosa keperawatan

1. Penurunan curah jantung yang berhubungan dengan pirau darah ke ventrikel kanan, penurunan volume sekuncup.

2. Aktual/risiko tinggi pola napas tidak efektif yang berhubungan dengan kelainan vaskular paru obstruktif akibat sekunder dari stenosis pulomoner.

3. Diagnosa keperawatan penyakit jantung bawaan berupa aktual/risiko tinggi gangguan pemenuhan nutirisi kurang dari kebutuhan yang berhubungan dengan intake tidak adekuat akibat sekunder dari adanya sesak napas, mual, dan anoreksia.

4. Risiko kekembuhan yang berhubungan dengan ketidakpatuhan terhadap aturan terapeutik, tidak mau menerima perubahan pola hidup yang sesuai.

Komplikasi yang muncul pada diagnosa keperawatan penyakit jantung bawaan antara lain:

  • Serangan penyakit jantung yang akan mengancam jiwa anda yang menyebabkan terjadinya infark myocardium (kematian pada otot jantung) karena persediaan darah dalam jantung yang tidak mencukupi kebutuhan.
  • Diagnosa keperawatan penyakit jantung bawaan yang merupakan gagal jantung kongestif karena ketidakmampuan jantung untuk memompa darah dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan jaringan terhadap nutrien dan oksigen.
  • Angina pectoris yang tidak stabil, syok dan aritmia
  • Tekanan Darah Tinggi (hipertensi) dan Diabetes

Diagnosa keperawatan penyakit jantung bawaan dikelompokan menjadi:

1. penyakit jantung bawaan sianotik yang biasanya memiliki kelainan struktur jantung yang lebih kompleks dan hanya dapat ditangani dengan tindakan pembedahan atau operasi.

2. penyakit jantung bawaan asianotik yang memiliki kelainan yang yang sederhana dan tunggal, namun tetap saja lebih dari 90% di antaranya memerlukan tindakan bedah jantung terbuka untuk pengobatannya. Sepuluh persen lainnya dari diagnosis keperawatan penyakit jantung bawaan adalah kelainan yang dialami jantung seperti kebocoran sekat bilik jantung yang masih mungkin untuk menutup sendiri seiring dengan pertambahan usia buah hati anda.Penyakit jantung bawaan asianotik meliputi 75% dari seluruh prevalensi kelainan jantung bawaan. Secara garis besar dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu penyakit jantung bawaan asianotik dengan pirai kiri ke kanan, dan tanpa pirai (obstruktif). Kelompok dengan pirai meliputi defek septum ventrikel (VSD), defek septum atrium (ASD), duktus arteriosus persisten (PDA), dan endocardial cushion defect (ECD). Kelompok tanpa pirai meliputi stenosis pulmonar, stenosis aorta, dan koarktasio aorta. Masing-masing kelainan dalam diagnosis keperawatan penyakit jantung bawaan ini memiliki ciri-ciri tersendiri, termasuk dalam teknik diagnosis dan tatalaksana.

Posted in Penyakit Jantung Bawaan | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Jantung Bawaan Pada Anak

Penyakit jantung bawaan pada anak atau penyakit jantung bawaan kongenital adalah sekumpulan malformasi struktur jantung atau pembuluh darah besar yang telah ada sejak lahir. Penyakit jantung bawaan merupakan suatu kelainan pembentukan struktur jantung atau pembuluh besar yang keluar dari jantung.

Penyakit jantung bawaan yang kompleks terutama ditemukan pada bayi dan anak-anak. Apabila tidak dioperasi, kebanyakan akan meninggal pada waktu bayi. Oleh karena itu, penyakit jantung bawaan yang ditemukan pada orang dewasa menujukkan orang tersebut mampu melalui seleksi alam, atau telah mengalami tindakan operasi dini pada usia muda. Hal ini pulalah yang menyebabkan perbedaan pada penyakit jantung bawaan pada anak dan pada orang dewasa.

penyakit jantung

penyakit jantung

Angka kejadian penyakit jantung bawaan adalah 9-10 per 100 bayi yang lahir hidup. Penyebab terjadinya penyakit jantung bawaan belum dapat diketahui secara pasti, tetapi ada beberapa faktor risiko atau predisposisi yang diduga mempunyai pengaruh terhadap peningkatan angka kejadian penyakit jantung bawaan.

Klasifikasi Penyakit Jantung Bawaan pada Anak

Klasifikasi fungsional jantung ada 4 kelas yaitu:

1. Kelas I

Penderita kelainan jantung tanpa pembatasan aktifitas fisik sehari-hari yang tidak menyebabkan keluhan.

2. Kelas II

Penderita penyakit jantung bawaan pada anak yang mempuanyai kegiatan aktifitas yang terbatas. Penderita tidak mengalami keluhan pada saat beristirahat. Namun, aktivitas sehari-hari yang anak anda lakukan akan menyebabkan capek, berdebar, dan sesak nafas.

3. Kelas III

Penderita penyakit jantung bawaan pada anak dengan aktivitas fisik yang sangat terbatas. Pada keadaan istirahat anak anda tidak akan merasakan keluhan apapun, pada saat beraktifitas ringan saja akan menimbulkan keluhan mudah lelah, berdebar, dan sesak nafas.

4. Kelas IV

Pada klasifikasi kelas IV ini menjelaskan bahwa penderita penyakit jantung bawaan pada anak yang sudah tidak lagi mampu untuk melakukan aktifitas fisik yang anak anda lakukan tanpa ada rada gangguan. Tanda-tanda yang dikompensasi atau angina malahan telah terdapat pada saat istirahat.

Penyakit jantung bawan dibagi atas dua golongan besar, yaitu :

1. Penyakit jantung bawaan non sianotik
– Defek septum atrium (atrial septal defect-ASD)
– Defek septum ventrikular (ventricular septal defect-VSD)
– Duktus arteriosus paten (patent ductus arteriosus-PDA)
– Stenosis pulmoner (pulmonary stenosis-SP)
– Koarktasio aorta (coarctatio aorta-CA)

2. Penyakit jantung bawaan sianotik
– Tetralogi Fallot
– Transposisi pembuluh darah besar (transposition of the great      arteries-TGAS)

Penyebab Penyakit Jantung Bawaan Pada Anak

Banyak faktor yang menjadi penyebab kejadian penyakit jantung yang diderita baik oleh orang dewasa maupun anak-anak. Namun beberapa penelitian menyatakan, bahwa penyebab penyakit jantung bawaan pada anak yaitu karena faktor lingkungan (3%) yang mencakup tentang semua bahan-bahan kimia, obat-obatan serta berbagai macam infeksi. Contohnya, jika ada seorang ibu yang mendapat german measles (rubella) selama dia hamil maka infeksinya dapat mempengaruhi perkembangan jantung dari bayi yang di kandungannya (dan juga organ-organ lainnya). Jika ibunya mengkonsumsi alkohol selama kehamilan, maka janin dapat menderita fetal alcohol syndrome (FAS) termasuk PJB. Konsumsi obatobatan tertentu selama kehamilan juga dapat menyebabkan PJB. Satu contoh adalah retinoic acid (nama merek Accutane) yang digunakan untuk pengobatan jerawat (acne). Contohcontoh lain adalah obat anticonvulsant, terutama hydantoins (seperti Dilantin) dan valproate.

Penyakit-penyakit tertentu pada ibu dapat meningkatkan risiko PJB pada bayi. Bayi yang lahir dari ibu dengan diabetes mellitus, terutama pada wanita yang gula darahnya kurang terkontrol selama kehamilan mempunyai risiko tinggi menderita PJB. Untuk wanita yang mempunyai penyakit keturunan phenylketonuria (PKU) dan tidak berada pada special diet selama kehamilan, bertendensi juga mempunyai bayi dengan PJB. Kelainan chromosome dapat menyebabkan penyakit jantung congenital (chromosome mengandung materi genetik, DNA). Berkisar 3% dari seluruh anak-anak dengan PJB dapat ditemukan kelainan chromosome. Faktor keturunan (7%) dan 90% tidak belum diketahui jelasnya.

Cara yang dapat anda lakukan untuk mencegah penyakit jantung bawaan pada anak :

–         Dengan melakukan pemeriksaan yang rutin dan teratur.

–         Mengenali beberapa waktor apalagi saat anda sengan dalam masa kehamilan misalnya penyakit yang mampu menjadi komplikasi penyakit jantung seperti gula darah( diabetes), dan kelainan lainnya.

–         Menghindari asem rokok yang berlebihan baik perokok aktif maupun perokok pasif. Dan hindari paparan sinar ultra X dari foto rontgen yang berlebihan pada saat ibu menjalani melakukan penyecekan dengan alat itu.

–         Patikan ibu yang sedang hamil menghindari atau berusaha untuk tidak mengonsumsi obat-obatan tertenti. Baik obat herbal maupun obat kimia.

Pencegahan penyakit bawaan pada anak yang sudah kita bahas diatas diharapkan dapat menjauhkan buah hati anda dari berbagai bahaya penyakit kelainan pada jantung bayi. Dengan melakukan pencegahan ini, sang buah hati juga akan terbebas dari ancaman penyakit jantung bawaan pada anak berubah lebih serius karena sudah terdeteksi sejak dini.

Perlu ibu ingat untuk kondisi janin dalam kandungan dalam kondisi yang selalu prima sah ibu harus mendapatkan cukup istirahat dan nutrisi yang cukup. Nutrisi yang ibu butuhkan dapat ibu peroleh dengan selalu mengkonsumsi makanan-makanan yang sehat seperti buah-buahan, sayur-sayuran, supaya kebutuhan nutrisi baik sang ibu dan sang buah hati selalu tercukupi. Biasakan untuk selalu menerapkan gaya hidup yang sehat seperti menjauhi rokok dan minuman beralkohol untuk menjaga kondisi kesehatan janin agat tidak terpengaruh.

Posted in Penyakit Jantung Bawaan | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Patofisiologi Penyakit Jantung Bawaan

Patofisiologi penyakit jantung bawaan atau dalam bahasa medis disebut dengan stenosis aorta ini merupakan penyempitan pada jalan keluar ventrikel kiri pada katup aorta ataupun area tepat dibawah atau atas katup aorta mengakibatkan perbedaan tekanan antara ventrikel kiri dan aorta.

Bayi yang lahir bersama dengan kelainan Patofisiologi Penyakit Jantung Bawaan cukup besar, dan biasanya akan lahir dengan berat yang rendah. Berat bayi yang terlahir randah dibarengi dengan kelainan jantung, 20% bayi akan meninggak pada minggu pertama dalam masa kehidupannya. Sebagai suatu kelompok, stenosis aorta terjadi pada 3-8% pasien dengan kelahiran kjantung bawaan. Penyakit ini menempati urutan ke-4 dan ke-5 penyakit jantung bawaan yang paling sering terjadi. Peningkatan insiden setara dengan usia. Kelainan ini menempati urutan ke-2 penyakit jantung kongenital tersering pada dekade ketiga setelah defek sekat ventrikel.

Banyak mengaitkan tingkat keparahan stenosis dengan gradient katup. Berdasarkan hal tersebut dan adanya keterbatasan dalam metode sebelumnya, penyakit ini bisa dikategorikan sebagai berikut :

1. Stenosis aorta ingan dengan gradient katup <25mmHg
2. Stenosis aorta sedang dengan gradient katup aorta antara 25 dan 60 mmHg.
3. Stenosis aorta berat dengan gradient katup > 65mmHg
4. Stenosis aorta kritis dengan gradient  katup >100mmHg

Stenosis aorta bermakna secara hemodinamik jika luas katup aorta berkurang sampai 75%. Luas normal katup aorta pada dewasa muda adalah 2,5-4 cm². Biasanya stenosis aorta kritis berkaitan dengan luas katup aorta yang kurang dari 0,5 cm². Stenosis aorta akan menghasilkan konsekuensi hemodinamika saat pasien mencapai umur 15 tahun dan saat luas katup aorta kurang dari 1,2 cm². Yang khas pada Patofisiologi penyakit jantung bawaan ini adalah manifetasinya yang berhubungan dengan pengurangan aktivitas. Pasien mungkin mempunyai curah jantung normal saat istirahat, tetapi tidak normal jika beberapa tingkat aktivias fisik dilakukan (kesukaran ventrikel kiri untuk meningkatkan curah jantung walaupun dilakukan pemanjangan fraksi pancaran ventrikel kiri).

Patofisiologi penyakit jantung bawaan

Kegagalan ventrikel kiri yang bertugas untuk memompa darah yang mengandung oksigen guna memeuhi kebutuhan tubuh mengakibatkan adanya gelaja yang yang muncul akibat penurunan kardiak output serta kongestif paru-paru yang meliputi:

a. Dispnea yaitu pernafasan yang memerlukan tenaga merupakan gejala dini kegagalan ventrikel kiri. Kegagalan ini bisa timbul akibat adanya gangguan pertukaran gas karena cairan dalam alveoli. Hal ini menjadi tambah payah karena pergerakan tubuh seperti menaiki tangga, berjalan mendaki, dll yang dipengaruhi karena dengan kegiatan tersebut memerlukan peningkatan oksigen.

b.Orthopnea yaitu timbul rasa kesulitan bernafas pada waktu berbaring terlentang dan orang harus tidur pakai sandaran di tempat tidur atau tidur duduk pada sebuah kursi yang memiliki sandaran. Bila orang tidur dalam keadaan terlentang ventilasi kurang dalam tubuh kurang dan volume darah pada pembuluh- pembuluh paru- paru akan meningkat.

Kegagalan ventrikel kanan terjadi bila bilik ini tidak mampu untuk memompa melawan tekanan yang naik pada sirkulasi yang ada pada paru- paru. Kegagalan ventrikel kanan dalam memompakan darah akan mengakibatkan oedema pada ekstrimitas. Pada hati juga dapat mengalami pembesaran karena berisi cairan intra vaskuler, tekanan di dalam sistem portal menjadi begitu tinggi sehingga cairan akan didorong melalui pembuluh darah untuk masuk ke rongga perut (acites) yang menimbulkan akibat akan mendesak diafragma yang akhirnya akan susah untuk bernapas.

Patofisiologi penyakit jantung bawaan disebabkan oleh beberapa komponen:

1. Ketidak mampuan miokard untuk berkontraksi dengan sempurna yang mengakibatkan stroke volume dan cardiac output akan mengalami penurunan.

2. Beban sistolik yang berlebihan diluar kemampuan ventrikel (systolic overload) menyebabkan terjadinya hambatan pada pengosongan ventrikel sehingga menurunkan curah ventrikel yang ada.

3. Preload yang berlebihan dan melampaui kapasitas ventrikel (diastolic overload) akan menyebabkan volume dan tekanan pada akhir diastolic dalam ventrikel berubah menjadi bertambah tinggi.

4. Patofisiologi penyakit jantung bawaan yaitu beban kebutuhan metabolic meningkat melebihi kemampuan daya kerja jantung dimana jantung sudah bekerja dengan maksimal, maka akan terjadi keadaan gagal jantung walaupun curah jantung sudah cukup tinggi tetapi tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan sirkulasi dalam tubuh.

5. Hambatan pada pengisian ventrikel karena adanya gangguan aliran yang masuk kedalam ventrikel atau pada aliran balik venous return akan menyebabkan pengeluaran atau output ventrikel berkurang dan curah jantung menurun.

Patofisiologi penyakit jantung bawaan memiliki beberapa faktor penyebab terjadinya kelainan antara lain:

1. Obat-obatan kimia yang dikonsumsi oleh ibu hamil pada saat sedang dalam masa kehamilan.

2. Asap rokok yang menyebabkan terhambatnya pertumbuhan pada janin dalam kandungan yang mempengaruhi bayi lahir dengan prematur.

3. Akibat terlalu sering mengkonsumsi alkohol yang bisa mengurangi sempurnanya bentuk kaki, lengan, bentuk wajah, ataupun mengalami keterbelakangan mental pada Patofisiologi penyakit jantung bawaan.

4. Faktor fisik di dalam rahim ibu, bayi terendam dalam cairan ketuban yang terdapat pada rahim yang dapat melindungi bayi dari cedera. Jumlah atas cairan ketuban tersebut yang abnormal dapat mengakibatkan serta menunjukan terdapat kelainan bawaan pada bayi.

5. Patofisiologi penyakit jantung bawaan memiliki faktor genetik sangat berperan penting terhadap beberapa kelainan kongenital. Beberapa kelainan kongenital ini merupakan penyakit kongenital yang diwariskan melewati gen abnormal yang berasal dari dalah satu orang tua hingga keduanya

Posted in Penyakit Jantung Bawaan | Tagged , , , , , , , | Leave a comment